Bel istirahat. Sebagian besar siswa pasti akan menuju ke
kantin untuk mengisi perut. Saya biasanya tiap kali bel istirahat berada di
kantin (Pak Nono). Saya kadang melewati jalan keramik disebelah barat lapangan
basket karena jika lewat depan ruang BK bisa diprediksi macet dengan puluhan
siswa yang berdesak-desakan.
Betapa terkejutnya saya setelah melihat tiang tembok yang
berwarna biru tua. Tembok yang belum lama dicat. Mungkin belum genap setahun.
Kini tembok itu menjadi media untuk meluapkan kreativitas siswa.
Tembok yang semula bersih kini dipenuhi coretan minyak sisa jajanan (makanan berminyak). Jika dihitung mungkin bias mencapai ratusan cap jari yang berada ditembok. Tentu saja itu merusak keindahan sekolah kami yang tercinta ini.
Mohon disetiap kran diberi sabun, supaya para siswa bisa membersihkan tangannya disitu. Dan semoga para siswa tidak lagi menge-lap tangannya yang penuh dengan sisa minyak karena habis mengkonsumsi makanan yang berminyak ditembok-tembok. Dan ada baiknya tembok yang kotor itu dicat ulang. Saya menunggu reaksi dan aksi sekolah dalam hal ini. Terimakasih.
Tembok yang semula bersih kini dipenuhi coretan minyak sisa jajanan (makanan berminyak). Jika dihitung mungkin bias mencapai ratusan cap jari yang berada ditembok. Tentu saja itu merusak keindahan sekolah kami yang tercinta ini.
Mohon disetiap kran diberi sabun, supaya para siswa bisa membersihkan tangannya disitu. Dan semoga para siswa tidak lagi menge-lap tangannya yang penuh dengan sisa minyak karena habis mengkonsumsi makanan yang berminyak ditembok-tembok. Dan ada baiknya tembok yang kotor itu dicat ulang. Saya menunggu reaksi dan aksi sekolah dalam hal ini. Terimakasih.

0 komentar:
Post a Comment