Sunday, December 15, 2013

Macam-macam sticker

1. STIKER DIGITAL / PRINTING

Yaitu stiker yang hanya diprint saja sudah beres…. Stiker ini terbagi menjadi dua macam :
a. Stiker chromo/ kromo
Yaitu stiker yang berbahan dasar kertas. Stiker ini cocok untuk label kemasan makanan. Biasanya para produsen usaha kecil mikro atau yang lebih besar menggunakan sticker ini untuk sekadar memberikan branding/ merek, disamping itu juga untuk sarana promosi yang sangat tepat guna.

Kelebihan stiker ini adalah dapat dicetak full color karena stiker ini cara pembuatannya hanya didesain dikomputer lalu diprint, harganya pun sangat murah dan terjangkau.

Namun stiker ini jika sudah tertempel pada kertas/ plastic susah sekali untuk mengelupas atau memindahkannya ke permukaan benda lain. Kalaupun bisa itu hasilnya pasti akan robek-robek karena stiker ini terbuat dari kertas. Itu yang menjadi kelemahan stiker ini. Tetapi itu dapat diatasi dengan cara menentukan posisi benda yang akan ditempel dengan stiker. Misalnya : harus sudah dipastikan stiker ini ukuran segini ditempel di tengah-tengah kemasan plastic. Selain itu stiker ini jika terkena air juga akan mudah rusak dan stiker ini juga tidak tahan gores.

Stiker ini paling cocok menempel di kertas. Biasanya dalam kesalahan percetakan, misalkan pembuatan undangan tetapi tanggalnya keliru, maka biasanya para juragan percetakan menggunakan stiker ini sebagai alternatif dalam pembetulan tanggal yang keliru tersebut.
b. Stiker vinyl
Yaitu stiker yang terbuat dari bahan plastic. Kekuatan stiker ini lebih baik dibandingkan dengan stiker chromo. Meskipun tahan terhadap air, tetapi stiker ini juga tidak tahan gores. Harganya pun masih terjangkau dan tentunya bisa dicetak full color.

2. STIKER SABLON/ GRAFTAC

Yaitu sticker yang cara pengerjaannya menggunakan sablon manual, pengerjaan stiker ini bisa mencapai 3-4 hari, dan itu sebanding dengan kualitas yang dihasilkan. Stiker ini tahan air dan tahan gores. Sayangnya tidak bisa dietak full color, kalau di tempat kami maksimal 4 warna. Gimana? Buruan order...!!!

3. STIKER TIMBUL

Atau biasa disebut dengan stiker cutting. Stiker ini memang cara pengerjaannya harus dicuting, sehingga bentuknya tidak monoton. Stiker ini tidak bisa dicetak full color, tetapi bisa tambah berapapun warnanya selagi stock kertasnya masih ada... hehehe :D. Stiker ini terbilang cukup awet.

Tunggu apalagi sobat, bikin stikermu sekarang. Tentukan pilihanmu sekarang. hehehe... kayak take me out. Untuk pemesanan silakan hubungi nomor dibawah ini:
087738339294 (Shoffan)
Jangan panggil pak ya..., karena aku masih remaja coy...


Sunday, December 8, 2013

Contact us

Office : Pulerejo, Selomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta 55571
Telp : (0274) 7830818
HP : 087738339294 / 081392409243
Email : sofunthecitizens@gmail.com

Daftar harga sticker

STICKER CROMO (KERTAS)

Rp 7,00 / pcs / cm² ( berapapun warnanya / full color )
STICKER VINYL
Rp 15,00 / pcs / cm² ( berapapun warnanya / full color )
STICKER SABLON (GRAFTAC)
Rp 30,00 / pcs / cm² ( + Rp 1,00 untuk setiap penambahan warna )
STICKET CUTTING (TIMBUL)
Rp 60,00 / pcs / cm² ( + Rp 1,00 untuk setiap penambahan warna )

Catatan :
1.      Banyaknya sticker yang akan dipesan, mempengaruhi harga mula-mula (sesuai hukum permintaan).
2.      Harga sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dikerenakan keterbatasan waktu.

Sunday, December 1, 2013

Kisah Al Harits, turunnya surat Al Hujurat ayat 6

QS. Al-Hujurat ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
 Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.  

Setelah perang Bani Mushthaliq dinyatakan selesai, Rasulullah saw membagi-bagikan ghanimah dan tawanan kepada kaum muslimin. Tawanan itu diserahkan untuk menjadi budak. Tawanan yang menjadi hak Rasulullah adalah Juwairiyah, anak pemimpin Bani Musthaliq. Dan Rasulullah saw tidak menjadikan Juwairiyah sebagai budak, tetapi justru kemudian menikahinya. Tindakan Rasulullah ini mendorong para shahabat kemudian membebaskan para budak yang berasal dari Bani Mushthaliq. Dan di sisi lain, tindakan Rasulullah saw menikahi Juwairiyah binti al-Harits ini membuat al-Harits bin Dlirar merasa mendapatkan kehormatan yang sangat tinggi. Maka ketika al-Harits ini mengunjungi Rasulullah saw, beliau mengajaknya untuk masuk Islam. Berbeda dengan sikap sebelumnya, al-Harits mudah saja untuk menerima tawaran Rasulullah saw untuk masuk Islam.

Sesudah masuk Islam Rasulullah saw memerintahkan al-Harits untuk mengajak kabilahnya masuk Islam dan membayar zakat. Al-Harits pun menyatakan kesediaan dan kesanggupannya. Kepada Rasulullah, Al-Harits menyatakan, “Saya akan pulang ke kampung saya untuk mengajak orang untuk masuk Islam dan membayar zakat dan bila sudah sampai waktunya, kirimkanlah utusan untuk mengambilnya.” Namun ketika kaum Bani Musthaliq sudah menerima Islam, dan zakat sudah banyak dikumpulkan sedang waktu yang disepakati oleh Rasul untuk mengambil zakat telah tiba, ternyata utusan beliau belum juga datang. Maka Al-Harits merasa khawatir kalau-kalau ada sesuatu yang tidak berkenan di hati Rasulullah saw. yang menyebabkan beliau tidak kunjung mengirimkan utusan. Al-Harits khawatir kalau persoalan ini akan berakibat buruk bagi dirinya dan kaumnya.

Setelah melalui musyawarah dengan tokoh-tokoh Bani Musthaliq, al-Harits merasa harus datang kepada Rasulullah saw, bukannya menanti kedatangan utusan beliau yang akan menarik zakat. Dan keberangkatan ke Madinah dipimpin sendiri oleh al-harits dan diikuti oleh serombongan tokoh bani Musthaliq, untuk menyerahkan zakat itu kepada Nabi.

Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan Rasulullah saw. mengutus Al-Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat yang telah dikumpulkan al-Harits. Di tengah Jalan al-Walid melihat al-Harits beserta sejumlah orang berjalan menuju Madinah. Didasari oleh ingatan akan permusuhan di masa jahiliyah antara dirinya dengan al-Harits, timbul rasa gentar di hati Al-Walid, jangan-jangan al-Harits akan menyerang dirinya. Karena itulah kemudian ia berbalik kembali ke Madinah dan menyampaikan laporan yang tidak benar.

Al-Walid melaporkan kepada Rasulullah saw bahwa Al-Harits tidak mau menyerahkan zakat, bahkan ia akan dibunuhnya. Rasulullah saw tidak langsung begitu saja percaya, beliau pun mengutus lagi beberapa sahabat yang lain untuk menemui Al-Harits. Ketika utusan itu bertemu dengan Al-Harits, ia berkata,

“Kami diutus Rasulullah saw untuk bertemu denganmu.”

Al-Harits bertanya, “Ada apa?”

Utusan Rasulullah itupun menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah saw telah mengutus Al-Walid bin Uqbah, untuk mengambil zakat, lalu ia mengatakan bahwa engkau tidak mau menyerahkan zakat bahkan mau membunuhnya.”

Al-Harits menjawab, “Demi Allah yang telah mengutus Muhammad dengan sebenar-benarnya, aku tidak melihatnya dan tidak ada yang datang kepadaku.”

Maka ketika mereka sampai kepada Nabi saw., beliau pun bertanya, “Apakah benar engkau menolak untuk membayarkan zakat dan hendak membunuh utusanku?”

“Demi Allah yang telah mengutusmu dengan sebenar-benarnya, aku tidak berbuat demikian.”

Maka turunlah ayat tersebut untuk membenarkan pengakuan al-Harits.

Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah Islamiyah adalah satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah, yaitu pertama, kekuatan iman dan aqidah. Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan hati. Dan ketiga, kekuatan kepemimpinan dan senjata.

Dengan tiga kekuatan ini, Rasulullah saw membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam atas muka dunia kurang dari setengah abad.

Sekarang ini, kita berusaha memperbaharui kekuatan ukhuwah ini, karena ukhuwah memiliki pengaruh kuat dan aktif dalam proses mengembalikan kejayaan umat Islam.

Tahapan ukhuwah Islamiyah :
  1. Ta’aruf (saling mengenal), misalnya si A mengenal si B hanya sebatas ciri fisiknya, oo si B itu tu yang itu, badannya gemuk, dll. 
  2. Tafahum (saling memahami), misalnya si A kini mulai bisa memahami perasaan si B, jika si B mendapat kebahagiaan, maka dia juga ikut bahagia, begitu juga sebaliknya.
  3. Ta’awun (saling menolong), misalnya si A mendapat suatu masalah, maka si B berinisiatif untuk membantunya.
  4. Takaful (saling menanggung beban), misalnya si A diberi amanat utuk memfotokopi buku untuk siswa sekelas, maka si B pun juga menanggung bebannya dan membantunya.
  5. Itsar (mendahulukan saudaranya), misalnya dalam sebuah acara, si A dan si B dipersilakan untuk menikmati jamuan sekadarnya, maka alangkah baiknya mndahulukan saudaranya, si A menyilakan si B untuk makan terlebih dahulu.
Syarat-syarat ukhuwah islamiyah :
  • Ikhlas (kebersihan hati dari hasad & riya)  Iman & taqwa 
  • Berpedoman pada ajaran & petunjuk Allah 
  • Menegakkan prinsip nasehat-menasehati karena Allah 
Faktor- Faktor perusak ukhuwah islamiyah :
  • Tidak tabayyun (tidak meneliti suatu kabar)  "QS. Al-Hujurat ayat 6"
  • Memperolok-olok antar individu/ kelompok
  • Mencaci/ menghina orang lain dengan kalimat yang tidak baik
  • Memanggil seseorang dengan gelar yang tidak baik
  • Berburuk sangka
  • Mencari-cari kesalahan orang lain
  • Menggunjing orang lain
Sudah sampai tahapan manakah anda mengenal saudara anda? Terus ditingkatkan lagi, dan jaga ukhuwah ismamiyah kita dimanapun kita berada, dengan siapapun dan kapanpun.

Sumber : kajian rutin rohis GIMBASA bersama Mas Ryan

 

Blogger news

Blogroll

Powered by Blogger.