Ukhuwah Islamiyah adalah satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi
karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah, yaitu pertama,
kekuatan iman dan aqidah. Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan hati. Dan
ketiga, kekuatan kepemimpinan dan senjata.
Dengan tiga kekuatan ini, Rasulullah saw membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam atas muka dunia kurang dari setengah abad.
Sekarang
ini, kita berusaha memperbaharui kekuatan ukhuwah ini, karena ukhuwah
memiliki pengaruh kuat dan aktif dalam proses mengembalikan kejayaan
umat Islam.
Tahapan ukhuwah Islamiyah :
- Ta’aruf (saling mengenal), misalnya si A mengenal si B hanya sebatas ciri fisiknya, oo si B itu tu yang itu, badannya gemuk, dll.
- Tafahum (saling memahami), misalnya si A kini mulai bisa memahami perasaan si B, jika si B mendapat kebahagiaan, maka dia juga ikut bahagia, begitu juga sebaliknya.
- Ta’awun (saling menolong), misalnya si A mendapat suatu masalah, maka si B berinisiatif untuk membantunya.
- Takaful (saling menanggung beban), misalnya si A diberi amanat utuk memfotokopi buku untuk siswa sekelas, maka si B pun juga menanggung bebannya dan membantunya.
- Itsar (mendahulukan saudaranya), misalnya dalam sebuah acara, si A dan si B dipersilakan untuk menikmati jamuan sekadarnya, maka alangkah baiknya mndahulukan saudaranya, si A menyilakan si B untuk makan terlebih dahulu.
Syarat-syarat ukhuwah islamiyah :
- Ikhlas (kebersihan hati dari hasad & riya) Iman & taqwa
- Berpedoman pada ajaran & petunjuk Allah
- Menegakkan prinsip nasehat-menasehati karena Allah
Faktor- Faktor perusak ukhuwah islamiyah :
- Tidak tabayyun (tidak meneliti suatu kabar) "QS. Al-Hujurat ayat 6"
- Memperolok-olok antar individu/ kelompok
- Mencaci/ menghina orang lain dengan kalimat yang tidak baik
- Memanggil seseorang dengan gelar yang tidak baik
- Berburuk sangka
- Mencari-cari kesalahan orang lain
- Menggunjing orang lain
Sudah sampai tahapan manakah anda mengenal saudara anda? Terus ditingkatkan lagi, dan jaga ukhuwah ismamiyah kita dimanapun kita berada, dengan siapapun dan kapanpun.
Sumber : kajian rutin rohis GIMBASA bersama Mas Ryan

0 komentar:
Post a Comment